MANAJEMEN KELAS, LAPORAN KE 3 RESHA MELINDA

 LAPORAN BACAAN

“MANAJEMEN KELAS”


Dosen Pengampu :Farninda Aditya, M.Pd

MATA KULIAH : MAGANG 1

NAMA : RESHA MELINDA

NIM : 11901171

KELAS : PAI 4E


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

TAHUN AKADEMIK 2021/2022





A. Identitas Journal

Judul : MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA MELALUI MANAJEMEN KELAS.


Penulis : Bella Puspita Sari, Hady Siti Hadijah.

Volume : Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, Vol. 2, No. 2.


Tahun : 2017

ISSN : 2656-4734

B. URAIAN ISI MATERI POKOK JOURNAL

Manajemen kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (Rohani, Ahmad,2004:123). Manajemen kelas yang baik merupakan persyaratan untuk mengajar dan belajar dengan baik. Manajemen kelas umumnya didasarkan pada prinsip membangun lingkungan kelas yang positif meliputi hubungan guru dan murid yang efektif. Adapun tujuan dari manajemen kelas dikemukakan oleh Sowell (2013:25) Secara historis, manajemen kelas telah difokuskan pada disiplin sebagai dasar untuk manajemen perilaku dan pembelajaran.


Manajemen kelas dibangun oleh tiga dimensi, Content Management, Conduct Management, Covenant management.


Content Management

Manajemen konten ini akan terjadi ketika guru mengelola bahan pembelajaran, peralatan pembelajaran, pergerakkan siswa (partisipasi siswa) dan pelaksanaan pembelajaran yang merupakan bagian kurikulum atau program studi. Konsep konten manajemen ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menguraikannya menjadi indikator. Adapun indikator dari manajemen konten yakni, mengelola ruang kelas, materi pembelajaran, media alat peraga, pembelajaran dan metode pembelajaran.


2. Conduct Management

Conduct Management mengacu pada seperangkat keterampilan procedural yang guru kerjakan untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah disiplin dikelas. Konsep Conduct Management yang dikemukakan oleh Froyen, dapat penulis jadikan sebagai acuan untuk menguraikannya menjadi indikator. Adapun indikator dari manajemen perilaku yakni, pembinaan disiplin siswa, aturan kelas, dan reinforcement perilaku positif pada siswa.


3. Covenant Management

Covenant management berfokus pada kelompok kelas sebagai sistem sosial yang memiliki keistimewaan tersendiri, yang harus guru pertimbangkan ketika mengelola hubungan interpersonal dengan murid di kelas. Konsep Covenant management yang dikemukakan oleh Froyen, dapat penulis jadikan sebagai acuan untuk menguraikannya menjadi indikator. Adapun

indikator dari manajemen kovenan yakni, hubungan baik dengan siswa, role model yang baik bagi siswa, dan antusiasme guru dalam mengajar.

C. Pengaruh Manajemen Kelas Terhadap Disiplin Belajar Siswa


Semakin baik pengelolaan kelas oleh guru, maka semakin tinggi disiplin belajar siswa. Manajemen kelas dapat memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kesadaran siswa dan perilaku siswa dalam belajar yang salah satunya ditunjukkan melalui motivasi siswa (Niar, Anggraeni, 2013). Selain dari pada itu manajemen kelas dapat berpengaruh pada keberhasilan siswa dalam bidang akademik (Sowell, Hope K., 2013). Siswa yang memiliki disiplin belajar dapat dilihat dari karakteristik atau ciri yang dimiliki oleh siswa atas kesadaran dalam dirinya untuk belajar sebaik-baiknya yang disertai dengan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib. 

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kurangnya disiplin belajar siswa Salah satunya adalah kurangnya pembinaan disiplin terhadap siswa ketidaktepatan siswa masuk kelas tidak diringi dengan tindakan pemberian sanksi. Mereka hanya ditegur tanpa ada tindakan lebih lanjut. Ketidaktepatan masuk ke kelas juga terjadi pada guru. Masih ada guru yang terlambat masuk ke kelas. Padahal dalam hal ini guru merupakan role modelnya siswa dalam menerapkan disiplin belajar mereka. Fakto-rfaktor di atas merupakan salah satu indikator dari kurang efektifnya pelaksanaan manajemen kelas. Masalah umum manajemen kelas berkaitan dengan siswa yang berisik, saling mengata-ngatai, tidur di kelas, dan juga mengobrol saat pembelajaran berlangsung Salah satu masalah yang kerap kali dijumpai oleh guru ketika mengajar adalah perilaku siswa yang kurang disiplin.

Krisis kedisiplinan siswa merupakan tantangan bagi seorang guru dalam mengajar. Tantangan terbesar yang ada dihadapan guru adalah menjaga kedisiplinan dan ketertiban di kelas. Maka dari itu diperlukan pengelolaan yang baik untuk menjadikan kelas tersebut sebagai tempat yang kondusif agar tercipta proses belajar mengajar yang optimal. Guru sebagai manajer kelas, guru diharapkan mampu mengelola kelas yang dapat meningkatkan disiplin belajar siswa. Untuk dapat mempengaruhi peningkatan disiplin belajar adalah dengan peningkatan manajemen kelas.

Arikunto (1990: 137) mengemukakan macam-macam disiplin belajar ditunjukkan oleh beberapa perilaku yaitu, mentaati tata tertib sekolah, perilaku kedisiplinan di dalam kelas, disiplin dalam menepati jadwal belajar, dan belajar secara teratur. Tu’u (2004:91) mengemukakan bahwa kedisiplinan sebagai kontribusi mengikuti dan menaati peraturan sekolah yang meliputi, dapat mengatur waktu belajar di rumah, rajin dan teratur dalam belajar, perhatian yang baik saat belajar di kelas, dan ketertiban diri saat belajar di kelas. Kemudian Warsham (1984:102) mengemukakan bahwa karakteristik disiplin meliputi ketaatan, partisipasi yang penuh, kesopanan, dan kesetiaan. Disiplin belajar siswa inilah yang menjadi kunci terwujudnya suasana belajar yang kondusif dan optimal. Inti dari penerapan kedisiplinan  belajar siswa ini adalah kehadirannya di kelas, bagaimana seorang siswa dapat dikatakan disiplin apabila kehadiran di kelasnya kurang.


D. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Manajemen Kelas

Dari jurnal yang saya ambil ini telah dijelaskan mengenai penelitian terkait dengan pembahasan manajemen pendiidikan yang ada di SMK Bina Wisata Lembang, berdasarkan data yang telah dirangkum di dalam jurnal tersebut memaparkan bahwa dapat diketahui kecenderungan mengenai tanggapan tentang manajemen kelas ini, bahwa guru sebagai manager dikelas telah melakukan content management, conduct management dan covenant management dengan cukup efektif. 

Hal ini dikarenakan fakta di lapangan pada ranah content management guru dapat dengan cukup baik mengelola ruang kelas, adanya kejelasan yang cukup baik dalam menyampaikan materi pembeljaran, pemilihan media/alat peraga yang sesuai dengan materi pembelajaran dan juga metode pembelajaran yang cukup variatif. Adapun dalam conduct management guru masih kurang dalam pembinaan disiplin dan implementasi aturan di kelas, sementara untuk penguatan pada perilaku yang disiplin sudah cukup baik. Kemudian dalam ranah covenant management guru sudah dengan baik membina hubungan dengan siswa agar terciptanya lingkungan yang saling menghargai, memberikan contoh yang baik dan cukup antusias dalam mengajar.

Variabel Disiplin Belajar dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan dua dimensi yaitu Disiplin Mengikuti Pelajaran dan Perilaku Disiplin. siswa dalam perannya sebagai pelajar memiliki kontribusi mengikuti pembelajaran dan perilaku disiplin dengan kategori sedang atau siswa memiliki disiplin belajar yang cukup tinggi namun belum optimal. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa secara empirik tingkat disiplin belajar siswa kelas XI administrasi perkantoran mata pelajaran produktif di SMK Bina Wisata Lembang berada pada ukuran sedang.


E.SUMBER PUSTAKA DARI JURNAL

Anggun , S. Kuba, (2014). Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Disiplin Belajar Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan Darel Hikmah Pekanbaru. Skripsi S1. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Riau: tidak diterbitkan.


Arikunto, Suharsimi. (1990). Manejemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: PT Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.


Bambang S., 2010. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Smk Pgri 4 Ngawi Tahun Pelajaran 2009/2010. Media Prestasi Vol. VI No. 3 Edisi Desember 2010.


Fathurrohman, Pupuh dan Sutikno, M .Sobry. (2010). Strategi Belajar Mengajar.

Bandung: Refika.


Froyen, L.A., and Iverson, A.M. (1999) . School wide and Classroom Management: The Reflective Educator-Leader. Upper Saddle River, N.J: Prentice-Hall.


Khuluse, N. L. (2009). The effect of discipline on academic achievement in secondary

school. Dissertation master of education. Department of Educational Psychology

and Special Needs Education. Faculty of Educationat. University of Zululand.


Korpershoek, Hanke. et. al. (2014). Effective Classroom Management Strategies And Classroom Management Programs For Educational Practice. Journal of

Educations. 62 p. RUG/GION.University of Groningen (Netherlands).


Niar, Anggraeni,. (2013). Pengaruh Manajemen Kelas terhadap motivasi belajar siswa dan Implikasinya terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Pasundan 1 Kota Bandung. Skripsi S1. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: tidak diterbitkan.


Oghuvbu, E. P., & Atakpo, T. E. (2016). Analysis of Classroom Management Problems in Primary Schools in Delta State. Nigeria, 9(4), 381–388


KESIMPULAN :


Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, menunjukkan bahwa Manajemen Kelas XI di SMK Bina Wisata Lembang cukup efektif, sedangkan tingkat disiplin belajar siswanya sedang. Berdasarkan pengujian hipotesis menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan manajemen kelas terhadap disiplin belajar siswa. Memaksimalkan pembinaan disiplin siswa harus menjadi perhatian khusus bagi guru dan pihak sekolah melalui manajemen kelas. Guru dapat dapat membina hubungan yang lebih dekat dengan siswa, misal membuat aturan kelas yang disepakati oleh siswa dan guru yang bersangkutan. Kesepakatan ini ada baiknya dilakukan guru pada awal pertemuan dikelas. Aturan tersebut harus diimbangi dengan adanya punishment/hukuman yang benar-benar dijalankan untuk mendidik (bukan sekedar formalitas) kepada siswa yang kurang/tidak disiplin demi terciptanya keadilan dan perubahan pada siswa yang kurang/tidak disiplin. Adanya hubungan yang baik dengan siswa, diharapkan punishment yang diberikan guru dapat menumbuhkan kesadaran . Sebaiknya juga guru yang berperan sebagai role model harus memberikan contoh perilaku disiplin yang bisa dengan mudah diikuti oleh para siswanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Bacaan

Laporan Bacaan "Manajmeen Pendidikan"